Sudaryono Tegaskan Iklan Meta Rp200 Juta Pakai Uang Pribadi, Bukan APBN
JAKARTA, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah menggunakan anggaran negara untuk membiayai promosi konten di platform Meta.
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul sorotan mengenai pengeluaran iklan atau boosting di media sosial Meta yang disebut mencapai sekitar Rp200 juta selama Juni hingga September 2026.
Sudaryono menegaskan biaya tersebut berasal dari uang pribadi. Ia mengatakan pengeluaran itu tidak menggunakan anggaran dinas maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Loh, salahnya apa? Saya boosting pakai uang saya sendiri, bukan pakai anggaran negara," tegas Sudaryono.
Sudaryono menjelaskan promosi dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai program dan kegiatan yang dinilainya positif.
Ia mengatakan langkah tersebut diambil ketika berbagai informasi mengenai pemerintah dan BGN banyak beredar di media sosial.
Sudaryono menyebutkan dirinya ingin informasi yang menurutnya positif dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ia juga menyinggung adanya informasi yang menurutnya sengaja disebarkan pihak yang tidak bertanggung jawab tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Saya berkepentingan untuk bagaimana mensiarkan berita-berita yang baik itu, orang yang bekerja baik dibilang tidak baik, orang yang kerjanya sudah bagus itu kemudian difitnah," kata Sudaryono.
Menurut Sudaryono, media sosial menjadi salah satu ruang masyarakat mendapatkan informasi mengenai kerja pemerintah. Karena itu, ia memilih memperluas jangkauan sejumlah konten agar informasi tersebut dapat dilihat lebih banyak orang.
Sudaryono kembali menegaskan bahwa penggunaan uang pribadi untuk promosi merupakan keputusan yang diambilnya sendiri.
Ia mengaitkan langkah tersebut dengan kebutuhan menyampaikan informasi mengenai program pemerintah di tengah banyaknya konten yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sorotan terhadap aktivitas promosi digital Sudaryono muncul ketika komunikasi pemerintah mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian publik. BGN dalam beberapa pekan terakhir juga aktif menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan evaluasi pelaksanaan program melalui berbagai kanal.
Promosi konten di media sosial menjadi salah satu cara yang digunakan Sudaryono untuk memperluas jangkauan informasi mengenai program pemerintah.
(**)
0 Komen