post image

Lia Hambali Klarifikasi Foto Viral di Air Panas Doulu: Saya Bertugas Sebagai Jurnalis

TANAH KARO, Sumatera Utara,  Wakil Pimpinan Redaksi Agaranews.com, Lia Hambali, memberikan klarifikasi terkait beredarnya foto dirinya yang dikaitkan dengan dugaan pungutan terhadap pengunjung di kawasan Pemandian Air Panas Doulu, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (3/6/2026). 

Lia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik dan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dugaan pungutan yang tengah menjadi sorotan publik.

"Saya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mengaitkan foto-foto saya dengan dugaan pungutan tersebut. Kebetulan saya berada di lokasi sebagai jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan. Kehadiran saya tidak ada kaitannya dengan persoalan yang sedang viral," ujar Lia dalam keterangannya.

Menurut Lia, sejumlah foto yang beredar di media sosial berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Salah satunya adalah foto yang memperlihatkan dirinya sedang memegang telepon genggam saat berada di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari kegiatan dokumentasi dan komunikasi yang biasa dilakukan wartawan saat melakukan peliputan di lapangan.

"Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi perlu dicek kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah maupun merugikan pihak lain," katanya.

Lia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan foto atau potongan informasi yang beredar.

Menurutnya, setiap pihak berhak mendapatkan perlakuan yang adil dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang bagi proses klarifikasi dan pencarian fakta yang objektif.

"Mari bersama-sama bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai foto seseorang digunakan untuk menggiring opini yang belum tentu sesuai dengan fakta sebenarnya. Kebenaran harus didasarkan pada data dan fakta, bukan asumsi maupun prasangka," tutup Lia Hambali.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi resmi yang menyatakan adanya keterlibatan Lia Hambali dalam dugaan pungutan yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

(*Red) 

0 Komen