post image

Polisi Peduli Pendidikan, Polairud Papua Barat Daya Hadirkan Perpustakaan Apung untuk Anak Pesisir

Sorong, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Barat Daya menghadirkan layanan perpustakaan apung untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan tersebut dilaksanakan bersama Satpolairud Polres Sorong Kota di kawasan pesisir Dermaga Pulau Dom dan Pulau Ram, Selasa (3/11/2026).

Direktur Polairud Polda Papua Barat Daya Kombes Budy Utomo mengatakan, perpustakaan apung menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap pendidikan anak-anak, khususnya mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas pembelajaran.

"Kami ingin memastikan anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir juga memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan perairan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Budy.

Menurut Budy, kegiatan tersebut tidak sekadar menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan interaksi pembelajaran antara personel kepolisian dan anak-anak melalui pengenalan pengetahuan umum serta pendampingan belajar.

Selain memberikan edukasi, personel Polairud turut mengenalkan bahaya penyalahgunaan narkoba dan perundungan atau bullying kepada anak-anak sejak dini.

"Kami ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan memiliki pemahaman tentang hal-hal positif. Pendidikan karakter juga penting agar mereka mampu melindungi diri dari berbagai pengaruh negatif," jelasnya.

Budy menambahkan, pihaknya juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial dan akses terhadap konten digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pendampingan keluarga agar anak-anak dapat memanfaatkan kemajuan informasi untuk mendukung pendidikan, bukan justru terpapar pengaruh yang merugikan masa depan mereka.

Lebih jauh, Budy menegaskan bahwa perpustakaan apung merupakan bagian dari pendekatan preventif dan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pendidikan dan perlindungan anak.

"Anak-anak pesisir memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kami ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda," pungkasnya.


***

0 Komen