Polres Metro Jakarta Barat Diduga Persulit Masyarakat, Tak Sejalan Dengan Arahan Kapolri!
JAKARTA, Penanganan laporan dugaan hilangnya perempuan berusia 18 tahun bernama Dealova di Polres Metro Jakarta Barat menjadi sorotan. Setelah menemukan keberedaan anaknya, Firman Alfahrez, mengaku diarahkan ke Polda Metro Jaya setelah membawa putrinya bersama kencan prianya yang baru dikenal melalui media sosial oleh Polres Metro Jakarta Barat.
Firman sebelumnya membuat laporan pada Senin (19/10/2026) dengan nomor SPTL: 140/X/2026/SPKT/RESTRO JAK BAR/PMJ.
Namun, sehari setelah laporan dibuat, ia mengaku mendapat informasi dari seseorang melalui WhatsApp mengenai keberadaan putrinya.
Firman kemudian mendatangi lokasi yang diinformasikan dan menemukan Putrinya bersama pria kencannya itu.Keduanya lalu dibawa ke Polres Metro Jakarta Barat.
Alih-alih mendapatkan kejelasan mengenai tindak lanjut laporan di Polres Metro Jakarta Barat tempat perkara itu dilaporkan, Firman mengaku justru diarahkan ke Polda Metro Jaya.
Firman menyampaikan "Saya bawa mereka ke Polres Metro Jakarta Barat. Saya diarahin ke Polda Metro, alasannya ada dua lokasi kejadian, Tangerang dan Jakarta Barat," ujar Firman, Selasa 20 Oktober 2026 melalui pesan WhatsApp.
Menurut Firman, penyidik juga menyampaikan alasan agar dirinya mendatangi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polda Metro Jaya. "Soalnya disuruh ke Perlindungan Perempuan dan Anak," ujarnya.
Persoalan lain yang turut disampaikan Firman adalah dugaan permintaan uang sebesar Rp180 ribu oleh oknum polisi untuk melakukan pelacakan keberadaan pria yang dimaksud, sebelum dirinya menemukan putrinya. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.
Situasi ini menyisakan pertanyaan mengenai tindak lanjut laporan yang telah tercatat di Polres Metro Jakarta Barat, dasar pengalihan penanganan ke Polda Metro Jaya, serta kejelasan prosedur yang harus ditempuh pelapor. Terlebih, Firman mengaku membawa putrinya dan pria tersebut langsung ke kantor polisi setelah memperoleh informasi keberadaan anaknya.
Padahal, Kapolri telah memerintahkan jajarannya, Setiap anggota Polri harus melayani masyarakat dengan baik, bekerja untuk masyarakat, dan menyelesaikan persoalan bersama masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui Commander Wish bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
“Setiap anggota Polri harus memahami masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bersama-sama menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran Polri harus memberikan manfaat dan solusi nyata,” kata Kapolri Suyudi beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Firman meminta bantuan masyarakat untuk menemukan Dealova yang dikabarkan pergi dari rumah pada Minggu (18/10/2026) bersama seorang pria bernama Rudi, yang dikenalnya melalui media sosial.
Menurut keterangan Firman, putrinya sempat berpamitan kepada keluarga sebelum pergi. Ia mengaku telah melarang Dealova bertemu dengan pria tersebut, tetapi putrinya tetap menjalin kedekatan hingga akhirnya meninggalkan rumah.
Perkembangan terbaru ini membuat penanganan laporan tersebut menjadi perhatian. Kejelasan mengenai status laporan, alasan pengalihan penanganan, dan dugaan permintaan uang perlu disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Sementara anggota Polres Metro Jakarta Barat, Ashari saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut belum memberikan tanggapannya.
NK/AFG
0 Komen