post image

Ngopi Bareng Bang Ghoni dan Ketua Umum MIO Indonesia, Perkuat Silaturahmi Sesama Insan Pers

JAKARTA,  Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan media digital, komunikasi serta silaturahmi antarsesama insan pers dinilai tetap menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme jurnalistik.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan ngopi bareng yang digelar Ahmad Fathul Ghoni atau akrab disapa Bang Ghoni bersama Ketua Umum DPP MIO Indonesia, AYS Prayogie, S.H., di Resto Bang Black, Jalan Plumpang, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai tanpa agenda formal.Secangkir kopi menjadi pembuka perbincangan, mulai dari kabar masing-masing hingga perkembangan dunia jurnalistik yang terus mengalami perubahan.Sejumlah rekan media turut hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang temu kangen dan mempererat tali silaturahmi antarrekan jurnalis di Jakarta Utara.

Ketua Umum DPP MIO Indonesia, AYS Prayogie, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap komunikasi dan silaturahmi antarrekan media dapat terus dijaga serta dikembangkan.

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul bersama dan ngopi bareng. Semoga ke depannya kita tetap menjalin silaturahmi dan saling bersinergi,” ujar Prayogie.

Menurut Prayogie, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Kondisi tersebut membuat insan pers dituntut untuk terus beradaptasi, namun tetap berpegang pada etika dan profesionalisme jurnalistik.

Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati di antara para pekerja media.

“Kita sesama orang media harus saling menghormati, apalagi di era digital yang modern. Ayo, rekan-rekan jurnalis bersama-sama membangun dan menjaga profesi kita,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Fathul Ghoni menyampaikan apresiasi atas kehadiran AYS Prayogie dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih karena Bang Yogie sudah mau hadir dan meluangkan waktu untuk ngopi bareng bersama kami,” ujar Ghoni.

Ghoni berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi semata. Menurutnya, komunikasi yang terjalin antarrekan media dapat menjadi ruang untuk bertukar pandangan sekaligus memperkuat persaudaraan.

“Yang terpenting adalah silaturahmi dan komunikasi tetap terjaga. Kita bisa saling bertukar pikiran dan bersama-sama menjaga profesionalisme serta marwah profesi jurnalistik,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan informasi menyebar dalam hitungan detik, tantangan insan pers bukan hanya menyangkut kecepatan, tetapi juga memastikan informasi yang disampaikan tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, ruang-ruang pertemuan informal seperti ngopi bersama tetap memiliki arti.Dari obrolan sederhana, komunikasi dapat terbangun. Dari komunikasi, sinergi dan kebersamaan dapat tumbuh.Pertemuan di Resto Bang Black tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya silaturahmi di tengah perubahan dunia jurnalistik yang semakin dinamis.Bukan sekadar tentang secangkir kopi, tetapi tentang menjaga komunikasi, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama menjaga profesionalisme dan marwah profesi jurnalistik di era digital.

 

Darma

 

0 Komen