Gubernur DKI Jakarta Kukuhkan Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi
JAKARTA, Nama Fauzi Bowo kembali mencuat dalam panggung kebudayaan Betawi. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Bang Foke itu resmi dikukuhkan sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8/2026), dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, sejumlah tokoh Betawi, serta berbagai unsur masyarakat.Pengukuhan Fauzi Bowo berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 767 Tahun 2026.
Suasana pengukuhan juga diwarnai kehadiran sejumlah organisasi masyarakat Betawi dari berbagai wilayah Jakarta. Di antaranya Kembang Latar, FORKABI, Bang Japar, serta sejumlah elemen masyarakat Betawi lainnya.
Keberadaan lembaga ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat Betawi untuk menjaga adat, merawat kebudayaan, sekaligus ikut mendorong kemajuan masyarakat Betawi di tengah perkembangan Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi merupakan salah satu cita-cita yang ingin diwujudkannya selama menjalankan tugas sebagai Gubernur.
Menurut Pramono, lembaga tersebut memiliki peran penting dalam menaungi berbagai kepentingan yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan Betawi.
Dukungan terhadap pembentukan lembaga itu pun mendapat apresiasi dari Fauzi Bowo.
Bang Foke menyampaikan terima kasih kepada Pramono Anung Wibowo yang telah mendukung proses pembentukan hingga Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi akhirnya dapat direalisasikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Pramono Anung Wibowo yang telah membantu seluruh proses dalam mewujudkan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi,” ujar Fauzi Bowo.
Ondel-Ondel dan Martabat Budaya Betawi:
Tak hanya soal kelembagaan, Pramono dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai dan martabat budaya Betawi.
Ia menyoroti karakter masyarakat Betawi yang selama ini dikenal egaliter dan terbuka. Nilai tersebut, menurutnya, perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat Betawi.
Pramono juga menyinggung penggunaan ondel-ondel sebagai sarana untuk mengamen.
Ondel-ondel merupakan salah satu simbol budaya Betawi. Karena itu, penggunaannya dinilai perlu ditempatkan secara tepat agar tidak menghilangkan nilai budaya maupun martabat yang melekat pada simbol tersebut.
Pengukuhan Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan yang berkaitan dengan adat dan kebudayaan Betawi di Jakarta.
Ke depan, lembaga ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi, tetapi juga mampu memperkuat identitas Betawi dan ikut mendorong kemajuan masyarakat Betawi di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota.
Dengan begitu, budaya Betawi diharapkan tetap hidup, berkembang, dan memiliki tempat yang kuat di Jakarta—bukan sekadar menjadi simbol, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Darma
0 Komen